Dalih Youtube Soal Penghapusan 58 Juta Lebih Video

Youtube. (Istimewa)
15 Desember 2018 02:10 WIB Aziz Rahardyan Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA - YouTube mengklaim telah menghapus lebih dari 58 juta video dan 224 juta komentar yang melanggar kebijakannya, di kuartal ketiga 2018. Anak perusahaan dari Google atau Alphabet Inc ini menyatakannya dalam laporan tertulis, Kamis (13/12/2018) untuk menunjukkan upaya mereka menekan konten bermasalah.

Seperti diketahui, pejabat pemerintah dan berbagai kelompok pengamat dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia telah menekan YouTube, Facebook Inc, serta layanan media sosial lainnya untuk secara cepat mengidentifikasi dan menghapus konten ekstrimis atau ujaran kebencian yang menurut para pengamat sanggup memicu kekerasan.

Uni Eropa telah mengusulkan platform online akan diberikan denda yang besar, bila mereka tidak menghapus materi ekstremis yang diperintahkan pemerintah dalam waktu satu jam.

Sedangkan di India, pejabat Kementerian Dalam Negeri India yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan pada Kamis (13/12/2018) bahwa beberapa perusahaan media sosial telah sepakat untuk menangani permintaan pihak berwenang tentang penghapusan konten terlarang dalam waktu 36 jam.

Tahun ini, Youtube mulai menerbitkan laporan tiga bulanan tentang upaya penegakannya. "Seperti di masa lalu, sebagian besar konten yang dihapus adalah spam," ungkap Youtube dalam laporannya.

Alat deteksi otomatis membantu Youtube mengidentifikasi spam, konten ekstremis, dan unsur pornografi dengan cepat. Selama bulan September, 90% dari hampir 10.400 video dihapus karena ekstremisme dengan kekerasan dan 279.600 video dihapus karena masalah keamanan anak. YouTube mengklaim semua video tersebut baru ditonton oleh kurang dari 10 viewers sebelum dihapus.

Tetapi YouTube menghadapi tantangan yang lebih besar atas larangan materi video mengandung retorika kebencian dan perilaku berbahaya.

Teknologi deteksi otomatis untuk kebijakan tersebut relatif baru dan kurang efisien, sehingga Youtube mengandalkan penonton melaporkan video atau komentar yang berpotensi masalah. Artinya, konten video tersebut kemungkinan telah dilihat secara luas sebelum dihapus.

Google menambahkan ribuan moderator tahun ini, direncanakan lebih dari 10.000, dengan harapan meninjau laporan pengguna lebih cepat.

Ini menggambarkan adanya penyaringan dari moderator untuk setiap video yang tidak layak. Tetapi YouTube menolak berkomentar mengenai rencana pertumbuhannya pada 2019.

Selain itu, ada yang baru dalam data penghapusan kuartal ketiga ini. Untuk pertama kalinya YouTube mengungkapkan jumlah akun yang dinonaktifkan oleh Google sebab memiliki tiga pelanggaran kebijakan dalam 90 hari atau melakukan apa yang perusahaan sebut sebagai pelanggaran berat, seperti mengunggah pornografi anak.

Youtube memblokir sekitar 1,67 juta saluran atau biasa disebut channel dan menghapus 50,2 juta video yang telah diunggah seluruh akun tersebut.

YouTube menyatakan hampir 80% dari penghapusan channel terkait dengan unggahan spam. Sekitar 13% dikhawatirkan memiliki unsur pornografi, dan 4,5% mengancam keselamatan anak.

Youtube menolak adanya potensi membuka kembali sejumlah akun terblokir yang telah mengunggah video, sebab mereka menyatakan penghapusan ini merupakan bagian kecil.

Sedangkan untuk video individual yang dihapus tanpa memblokir channel mereka sebab melanggar kebijakan, YouTube memberikan data sekitar 7,8 juta video, dan penghapusan ini masih berlanjut seperti data pada kuartal sebelumnya.