Abu Janda hingga Rian Ernest Ikut Komentari #UninstallBukalapak

Achmad Zaky (Twitter achmadzaky)
16 Februari 2019 01:10 WIB Aziz Rahardyan Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA - Akibat cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky yang dianggap bertendensi politik, tagar #uninstallBukalapak menjadi ramai dan jadi trending topic di Twitter hingga kini, Jumat (15/2/2019).

Sebelumnya, cuitan Zaky  memaparkan data perbandingan budget riset dan pengembangan (R&D) beberapa negara. Pada data itu terlihat anggaran R&D Indonesia US$ 2 triliun, jauh di bawah alokasi Singapura, Malaysia, Australia, dan Taiwan. Tetapi Zaky justru menutupnya dengan kalimat, "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin."

Beberapa figur publik di Twitter atau akrab disebut selebtwit, menanggapi tagar tersebut untuk mengingatkan warganet ataupun Zaky agar tak berlebihan mempolitisasi sebuah cuitan.

Salah satunya, politisi PSI Rian Ernest dan Arya Permadi atau yang akrab disapa Abu Janda.

"Pandangan pribadi soal #uninstallbukalapak:
1) Bro @achmadzaky harus lebih bijak gunakan jempolnya apalagi bicara politik. Terlebih karena beliau adalah 'wajah' dari usaha dengan 1.500 karyawan (2018).
2) Ga perlu boikot dan uninstall lah. Ingat 1.500 karyawan yg kena dampak," Rian Ernest @rianernesto.

"#uninstallbukalapak pelajaran buat pelaku bisnis.. pengusaha tidak bisa berafiliasi politik karena 1/2 dari konsumen-nya PASTI beda. banyak yang pakai @bukalapak karena @achmadzaky diendorse pak @jokowi yang mengatakan ini karya anak negeri yang harus didukung, wajar kalo kecewa,"Permadi Arya @permadiaktivis.

Selain itu, ada pula tanggapan dari penulis dan selebtwit Alit Susanto. Sementara,  putra dari Presiden Jokowi sendiri yang juga seorang pengusaha Kaesang Pangarep, justru menanggapinya dengan candaan.

"Apa bedanya pelaku #UninstallTraveloka dan #UninstallBukalapak? Beda pilihan capres aja. Kelakuan mah sama. Mohon diingat, setiap perusahaan itu menghidupi banyak orang. Jangan krna blunder 1 org, banyak nasib orang lain yg ikut terguncang.
Cepatlah berakhir, PILPRES!!" Alitt Susanto @shitlicious.

Kaesang Pangarep @kaesangp menulis "TERNYATS TYPI, SAYA TIDIR AJS" menanggapi cuitan Chillipari yang menulis #UninstallMARKOBAR. 

Beberapa warganet pun sepakat bahwa aksi #UninstallBukalapak terlalu berlebihan. Mereka menyebut seharusnya masyarakat bisa memikirkan karyawan yang bekerja di Bukalapak, yang kini terkenal sebagai salah satu startup lokal besar di Indonesia.

"Karna beda pandangan politik lu gaungkan #UninstallTraveloka #UNINSTALLBUKALAPAK. Lu kira gampang bangun starup dari nol sampai merubah hidup org banyak," Idil Kurniawan @Idilkuu.

"Ada apa dengan keramaian tagar ini #UninstallTraveloka dan ini #UninstallBukaLapak tolong dong jangan meresahkan, bahas yg lebih penting aja ngapa, segala macem dicampur adukin, kesian orng orng yg hidup dari perusahaan tersebut," Galih Permana @gpermanas.

"Nih orang Indonesia gampang banget ke triggered Dulu karena agama pake acara #UninstallTraveloka & #uninstallgojek Sekarang karena isu "politik" #UninstalBukalapak (Lnya kurang 1 goblok) Pikirin orang-orang yg kerja di bukalapak dan para pelapak. Bukan cuman mikirin 1 orang." UdahNurhadiAja @bobabraham_.

"Pilpres cepatlah berlalu biar gak ada lagi hestek-hestek dagelan macam ini. #UninstallBukalapak #UninstallTraveloka Banyak sodara-sodara kita yang cari makan di situ woy," Aim Em Ha @aimemh.

Sumber : Bisnis.com