Rating Bukalapak di Google Play Store Anjlok

Aplikasi Bukalapak di Play Store. (Istimewa - Google)
16 Februari 2019 00:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO - Kontroversi cuitan bos Bukalapak Achmad Zaky di Twitter yang dianggap menyudutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait biaya Research & Development Indonesia demi menghadapi Industri 4.0 memengaruhi rating aplikasi di Google Play Store maupun App Store.

Rating aplikasi Bukalapak sempat turun hingga 4,1 pada Jumat (15/2/2019) pukul 11.38 WIB. Padahal, pada sore hari, berdasarkan pantauan Solopos.com, rating aplikasi Bukalapak masih berada di angka 4,5.

Penurunan rating ini dipengaruhi dari banyaknya pengguna akun Google yang meninggalkan ulasan dan rating rendah untuk aplikasi itu pada hari ini. Mayoritas ulasan rendah itu berisi kekecewaan dan kemarahan atas cuitan Achmad Zaky perihal anggaran riset dan pengembangan pada dua hari lalu.

Menanggapi kekisruhan yang terjadi akibat cuitannya di Twitter, Achmad Zaky pun meminta maaf kepada masyarakat khususnya para pendukung calon presiden nomor urut 1 bahwa ia tidak menyinggung salah satu capres.

"Memohon maaf atas kekhilafan dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon tertentu," kata Zaky, Jumat (15/2)

"Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," sambungnya.

Sebelumnya, pada Kamis (14/2) malam, Achmad Zaky menuliskan cuitan terkait biaya R&D Indonesia tahun 2016 untuk menghadapi industri 4.0 sebesar US$2 miliar atau Rp2 triliun, lebih kecil dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Namun, warganet mempermasalahkan kalimat "Mudah2an presiden baru bisa naikin," yang ditulis Zaky. Oleh sebab itu, muncul sebuah gerakan dengan hashtag #uninstallbukalapak yang dianggap diinisiasi oleh pendukung calon presiden nomor urut 1.