Yuk Mengenal LinkAja, Pesaing Go-Pay dan Ovo Bikinan BUMN

Ilustrasi transaksi digital, semua pembayaran lewat smartphone - Reuters
22 Februari 2019 05:40 WIB Tika Sekar Arum Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – “Besok Tcash menjadi LinkAja. Semua layanan Tcash masih bisa dipakai di LinkAja.” Beberapa pelanggan Telkomsel menerima SMS tersebut. Ini adalah pemberitahuan bahwa tak lama lagi Tcash akan bertransformasi menjadi LinkAja.

Sebenarnya apa itu LinkAja? LinkAja adalah tekfin BUMN berbasis sistem pemindaian kode respons cepat (QR Code). Layanan ini juga biasa disebut dompet digital seperti Go-Pay dan Ovo yang lebih dulu dikenal. LinkAja dibentuk sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dengan menggabungkan layanan sistem pembayaran TCash milik Telkomsel dengan TBank dan MyQR milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI), e-cash dari PT Bank Mandiri Tbk., serta yap! dan UnikQu dari PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dan juga layanan pembayaran digital milik BUMN lainnya.

Layanan tekfin yang akan tersedia di LinkAja antara lain pembayaran tagihan seperti listrik, air, dan internet, transaksi di mitra, moda transportasi hingga pembelian di dagang-el. Misalnya, untuk transaksi pemesanan tiket KA Prambanan Ekspres secara online. Pengguna LinkAja juga bisa mentransfer uang ke sesama pelanggan dan ke nasabah bank BUMN. Isi ulang (top-up) pun bisa dilakukan melalui jaringan bank BUMN.

Bank Indonesia (BI) tengah proses permohonan izin badan usaha milik negara (BUMN) baru bidang finansial berbasis teknologi (tekfin), LinkAja. Ini adalah layanan dompet digital yang akan menjadi pesaing Go-Pay dan Ovo yang lebih dahulu ada.

Kementerian BUMN menargetkan akan merilis dompet digital pelat merah itu pada Maret 2019. Dompet digital ini gabungan perusahaan pelat merah yaitu Telkomsel, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan Pertamina. Banyak anggapan LinkAja akan menyaingi dua tekfin QR Code yang sudah lebih dulu menguasai pasar dompet digital yakni Ovo dan Go-Pay.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengungkapkan sebentar lagi akan meluncurkan layanan pembayaran elektronik LinkAja. "Sebentar lagi kami akan meluncurkan LinkAja. Kita harapkan pada permulaan Maret ini kami akan meluncurkannya," ujar Rini kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Deputi Gubernur BI, Sugeng, di Jakarta, Kamis (21/2/2019), menyebut progres perizinan LinkAja sudah memasuki tahap akhir. Permohonan izin tekfin LinkAja diajukan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), sebuah perusahan tekfin yang merupakan afiliasi dari PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel.

Sumber : Antara