Kapsul SpaceX Pembawa Misi NASA Jatuh ke Samudera Atlantik

Roket SpaceX. (Istimewa - npr.org)
10 Maret 2019 18:10 WIB Syaiful Millah Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA - Sebuah kapsul nirawak milik SpaceX jatuh ke Samudera Atlantik setelah menyelesaikan misi penting bagi National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk melanjutkan penerbangan manusia ke luar angkasa.

Director of Crew Mission Management, Benjamin Reed, mengatakan bahwa langkah ini menjadi tonggak penting dalam program awak komersial dari NASA sebelum penerbangan uj icoba pertama yang rencananya akan dilakukan pada Juli dengan dua astronot, yaitu Doug Hurley dan Bob Behnken.

“Segala sesuatu terjadi dengan sempurna, tepat pada waktu seperti yang kami harapkan,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (9/3/2019).

Deputy Manager Crew Program NASA, Steve Stich mengatakan bahwa kendaraan berjalan baik setelah turun dari angkasa. Kapsul tersebut, diangkat keluar dari air menggunakan kapal derek dan dijadwalkan kembali ke darat pada Minggu (10/3/2019) waktu setempat.  

Adapun, kapsul yang diluncurkan oleh SpaceX tersebut membawa misi dengan mengangkut 180 kilogram alat uji ke stasiun ruang angkasa.

Salah satunya, adalah boneka bernama Ripley yang dilengkapi dengan sensor diberbagai bagian, misalnya kepala, leher, dan tulang belakang untuk memantau bagaimana proses penerbangan luar angkasa bagi manusia.

NASA telah memberikan dana kepada SpaceX dan Boeing Co dengan total US$5,8 miliar untuk membangun sistem roket dan kapsul guna bersaing meluncurkan astronot ke orbit luar angkasa.

Hasil dari misi ini akan menentukan apakah SpaceX akan tetap mengikuti jadwal yang telah direncanakan untuk misi selanjutnya setelah terjadi penundaan pengembangan pada periode sebelumnya.

“Saya kira kami tidak melihat apa pun dalam misi sejauh ini yang akan menghalangi kami untuk memiliki misi awak pada akhir tahun ini. Tapi kami harus tetap melakukan peninjauan data lebih lanjut,”kata Stich.