Masih Pakai VPN? Awas Bahaya Mengintai!

Ilustrasi logo VPN (Google Play)
24 Mei 2019 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Pembatasan akses media sosial yang dilakukan pemerintah membuat aplikasi VPN banyak dipakai. Berbekal kemampuan ajaibnya, aplikasi Virtual Private Network (VPN) menjadi jalan keluar untuk lepas dari masalah pembatasan akses media sosial.

Meski demikian, bukan berarti penggunaan VPN aman. Pemanfaatan aplikasi ini punya risiko besar, apalagi jika penyedia kurang jelas asal-usulnya. Oleh sebab itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengimbau masyarakat tidak sembarangan memanfaatkan aplikasi VPN.

Menggunakan sembarang VPN justru berisiko besar bagi keamanan data pribadi. Saat menggunakan VPN, berarti Anda mempercayakan jalur koneksi dan data pribadi melalui server milik perusahaan penyedia jasa VPN.

“Waspada terhadap penggunaan sembarang VPN. Prioritaskan keamanan data pribadi kita!” demikian imbauan dari BSSN yang disampaikan lewat akun resmi Instagram @bssn_ri, Kamis (23/5/2019).

VPN adalah suatu teknik untuk menghubungkan suatu jaringan dengan jaringan lain secara privat melalui jaringan publik (Internet). Dengan jalur privat, Anda dapat terhubung ke Internet tanpa terdeteksi (anonim), bebas penyadapan, serta dapat menembus pemblokiran di suatu wilayah. Itulah keuntungan yang menjadikan aplikasi VPN menjadi primadona beberapa hari belakangan.

Tetapi, tahukah Anda apa bahaya memanfaatkan aplikasi VPN? Penggunaan sembarang layanan VPN mengakibatkan data penting milik pribadi dengan mudah dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Adapun pemanfaatan tersebut antara lain, profiling alias memantau aktivitas media sosial hingga riwayat transaksi e-commerce.

Selain itu, penggunaan VPN dapat dimanfaatkan untuk mengakses data perbankan serta berbagai akun pribadi milik pengguna. Parahnya lagi, penggunaan VPN berisiko terinfeksi malware. Itulah beberapa bahaya penggunaan VPN. Sebaiknya, berhati-hatilah dalam memanfaatkan aplikasi digital tersebut jika tidak ingin rugi di kemudian hari.