4 Fakta Unik Saturnus Sepanjang Juli 2019

Ilustrasi planet Saturnus (Youtube)
11 Juli 2019 03:30 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Keindahan planet Saturnus dengan cincin esnya bisa dinikmati penduduk Bumi sepanjang Juli 2019. Hal ini terjadi karena Saturnus menuju ke titik terdekat dengan Bumi yang disebut sebagai fenomena oposisi Saturnus.

Fenomena alam yang langka ini membuat Saturnus terlihat jelas dari Bumi. Penduduk Bumi bisa melihat keindahan Saturnus dengan mata telanjang. Tapi, jika ingin lebih jelas disarankan menggunakan teleskop.

Puncak fenomena alam langka tersebut terjadi Selasa (9/7/2019), malam. Saturnus terlihat jelas karena berada satu garis lurus dengan Bumi dan Matahari. Posisi inilah yang disebut dengan Oposisi Saturnus. Kondisi tersebut membuat Saturnus bersinar lebih terang dibandingkan malam sebelumnya.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan, fenomena Oposisi Saturnus bisa diamati mulai Selasa malam pukul 18.00 WIB hingga Rabu (10/7/2019), pagi pukul 05.26 WIB. Ketua LAPAN, Thomas Djamaluddin, mengatakan, fenomena mendekatnya Saturnus ke Bumi bisa diamatri dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Dalam beberapa hari ini planet Saturnus terlihat paling terang. Saturnus terlihat sebagai bintang terang yang terbit seusai magrib. Tampak sampai menjelang matahari terbit. Kalau pakai teleskop akan terlihat cincinnya,” terang Thomas Djamaluddin seperti dilansir Detik.com.

Dikutip dari laman In The Sky, meski tidak dalam posisi terbaik, planet Saturnus tetap bisa dilihat jelas hingga akhir Juli 2019. Namun, cincin Saturnus hanya dapat dilihat menggunakan bantuan teleskop. Saturnus terlihat bersinar di langit sepanjang malam. Mulai terbit dari tenggara bersamaan dengan terbenamnya matahari hingga menghilang di barat daya menjelang dini hari. Berikut fakta unik Saturnus yang perlu Anda ketahui:

Planet terbesar kedua di tata surya

Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Jupiter. Planet ini berdiameter sekitar 120.536 kilometer atau 10 kali lipat Bumi. Meski ukurannya besar, planet ini hanya butuh waktu sekitar 10,6 jam untuk satu kali rotasi. Sementara periode revolusinya memakan waktu 29,5 tahun. Jaraknya dengan Matahari cukup jauh, kira-kira 1.428.000.000 kilometer yang membuat suhu di Saturnus cukup dingin.

Punya cincin es

Bagian paling memesona dari Saturnus adalah cincinnya. Saturnus merupakan satu-satunya planet di tata surya. Cincin itu usianya jauh lebih muda ketimbang planet Saturnus. Cincin tersebut diperkirakan berusia 66 juta tahun, jauh lebih muda daripada Saturnus yang usianya sekitar 4,5 miliar tahun.

Punya 62 bulan

Saturnus punya 62 bulan dengan diameter terbesar 5.149,5 kilometer yang bernama Titan. Jumlah ini masih kalah dengan Jupiter yang punya 69 bulan.

Mungkin bisa dihuni manusia

Titan yang merupakan bulan di planet Saturnus disebut-sebut bisa dihuni manusia. Selain Titan, Enceladus juga cukup hangat untuk ditinggali manusia.