Waspada! Malware FinSpy Intai Whatsapp

Ilustrasi logo Whatsapp (Pictagram)
16 Juli 2019 00:10 WIB Chelin Indra Sushmita Teknologi Share :

Solopos.com, SOLO – Pengguna Whatsapp harus berhati-hati dengan serangan malware bernama FinSpy. Para pakar teknologi di Kaspersky mengatakan, malware ini bisa menyerang Whatsapp yang dipakai pengguna di perangkat IOS maupun Android.

Parahnya, jika smartphone terserang malware FinSpy, maka hampir semua aktivitas pengguna di perangkat itu akan terpantau. Dikutip dari Liputan 6, Senin (15/7/2019), FinSpy merupakan software pengawasan yang rekam jejaknya cukup buruk. Mulai dari mencuri informasi dari LSM Internasional, pemerintah, hingga organisasi penegak hukum di sejumlah negara.

Jadi, software FinSpy tersebut mungkin bakal memata-matai semua aktivitas perangkat dan mengekstrak data pribadi seperti lokasi GPS, pesan, gambar, panggilan, dan lainnya. Sang operator dapat menyesuaikan perilaku implan FinSpy berbahaya ini sesuai dengan kelompok yang ditargetkan.

Fungsi malware FinSpy yakni memantau lokasi, pesan, kontak, media yang tersimpan di perangkat, hingga layanan aplikasi digital seperti Whatsapp atau Facebook Messenger. Semua data yang diekstrak bakal ditransfer ke para operator lewat SMS atau protokol HTTP.

Versi terbaru dari malware FinSpy ini bisa mengawasi aplikasi pesan digital yang aman seperti Telegram. FinSpy juga mahir menutupi jejaknya. Misalnya saja FinSpy menargetkan IOS 11 dan versi lebih lama bisa menyembunyikan tanda-tanda jailbreak.

Sementara versi baru untuk Android berisi eksploit yang mampu memperoleh hak akses root yang hampir tidak terbatas. Karena mendapat akses lengkap ke seluruh file pada perangkat. Berdasarkan informasi Kaspersky, penyerang memerlukan akses ke ponsel Android dan IOS yang sudah di-jailbreak untuk menginfeksi.

Menurut Kaspersky, ada beberapa lusin perangkat seluler yang telah terinfeksi malware FinSpy. Pengembang FinSpy terus memantau pembaruan keamanan pada platform seluler. Mereka juga mengikuti tren dan mengimplementasikan fungsi mengekstrak data dari aplikasi digital terpopuler.