Alibaba Luncurkan Prosesor Xuan Tie 910

Pada Alibaba Summit 2019 di Shanghai, Ping-Tou-Ge (Alibaba) secara resmi mengumumkan kehadiran Xuan Tie 910, sebuah prosesor 16 core berbasis RISC-V - eenewseurope.com
28 Juli 2019 12:45 WIB Renat Sofie Andriani Teknologi Share :

Solopos.com, JAKARTA - Raksasa e-commerce China Alibaba berhasil mengembangkan chip-nya sendiri, di tengah dorongan Negeri Tirai Bambu untuk memajukan industri teknologinya.

Perusahaan yang didirikan taipan Jack Ma ini bergabung dengan deretan perusahaan ternama China seperti Huawei Technologies yang menciptakan alternatif untuk software dan hardware asing.

Pada Kamis (25/7/2019), Alibaba meluncurkan prosesor Xuan Tie 910 berbasis open-source design bernama RISC-V yang bersaing dengan standar global yang dikembangkan ARM milik SoftBank Group Corp.

Prosesor baru ini mendukung perangkat-perangkat yang terhubung dan beberapa aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Xuan Tie adalah produk utuh pertama dari anak perusahaan pembuat chip Alibaba yang didirikan tahun lalu. Dipimpin oleh unit T-head atau Ping-Tou-Ge, langkah ini merupakan bagian dari ekspansi perusahaan ke dalam kecerdasan buatan dan pengembangan teknologi penting untuk Internet of Things (IoT).

Jika bisnis chip-nya berhasil, perusahaan dapat membuat aliran pendapatan baru dan mendorong divisi layanan cloud-nya yang sedang berkembang.

Chip baru ini dapat menandai bisnis lisensi untuk Alibaba, yang akan membuat beberapa alat perangkat lunaknya tersedia untuk umum meskipun mengenakan biaya untuk memperoleh fitur lengkap.

“Perang dagang juga telah memperkuat tekad China untuk menjadi lebih mandiri dalam hal teknologi,” jelas analis Sanford C. Bernstein, Mark Li, dikutip dari Bloomberg.

“Dukungan Alibaba terhadap RISC-V dapat mengancam bisnis perusahaan-perusahaan properti intelektual chip yang ada,” tambahnya.

Langkah Alibaba mengikuti sejumlah perusahaan China yang secara kolektif bertujuan mengurangi ketergantungan Negeri Presiden Xi Jinping ini pada chip-chip asing, apalagi pascapembatasan penjualan yang dilancarkan pemerintah Amerika Serikat terhadap Huawei.

China saat ini mengimpor chip kira-kira tiga kali lebih banyak daripada yang diproduksi di dalam negeri, dan menghabiskan koceknya lebih banyak pada semikonduktor ketimbang minyak.

Sementara itu, pemerintah AS terus mengawasi kemajuan China dalam desain chip, yang berpotensi mempercepat perubahan dalam cara perangkat keras komputasi dunia diproduksi.