Ini yang Bikin Karyawan Alibaba Tiongkok Kerja dengan Gembira

Markas besar Alibaba di Xixi, Tiongkok (Solopos/Rini Yustiningsih)
15 Agustus 2019 18:40 WIB Rini Yustiningsih Teknologi Share :

Selama 7-11 Agustus 2019 Bisnis Group termasuk Solopos mengadakan kunjungan ke Tiongkok. Sejumlah tempat dikunjungi salah satunya adalah Alibaba Group. Berikut laporan wartawan Solopos, Rini Yustiningsih.

Solopos.com, HANGZHOU -- Sekitar 20 bocah menikmati ruang tunggu anak di markas besar Alibaba. Kantor pusat raksasa e-commerce ini berlokasi di Distrik Xixi, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Bocah-bocah belasan tahun ini ada yang tiduran di sofa, membuka laptop, mendengarkan musik hingga bermain gim.

Mereka adalah anak-anak karyawan Alibaba group, perusahaan industri digital di Tiongkok dengan nilai kapitalisasi Rp6.655 triliun. Bocah-bocah itu anteng menikmati aktivitas sepanjang Kamis (8/8) siang sambil menunggu orang tua mereka selesai bekerja.

Ruang tunggu anak merupakan salah satu fasilitas di kantor pusat atau Kampus Alibaba. Director of Corporate Affairs Alibaba Group Indonesia, Dian Safitri, yang mendampingi rombongan Bisnis Group menyatakan karyawan sangat terbantu dengan keberadaan ruang tunggu anak. Mereka bisa nyaman bekerja tanpa mengkhawatirkan kondisi anak mereka.

Ruang lobi Kampus Alibaba

Foto: Ruang lobi Kampus Alibaba (Solopos-Rini Yustiningsih)

Pendiri Alibaba, Jack Ma, menyematkan nama Kampus Alibaba  untuk menyebut markas seluas 260.000 m2 ini. Bagi Jack Ma, kantor yang terdiri atas delapan gedung kaca ini selain sebagai tempat bekerja juga menjadi tempat pengembangan diri.

Untuk menjangkau gedung satu dengan lainnya, karyawan menggunakan sepeda angin dan airboard—papan luncur elektrik mirip segway yang disediakan pengelola. Cukup sulit menemukan karyawan berpakaian seragam. Sebagian besar mereka mengenakan busana kasual, dari mulai celana pendek hingga tanktop termasuk memakai headset dan handphone.

Gedung 2 khusus untuk menerima tamu dari luar dan aktivitas lain, termasuk ruang tunggu anak.  Ada pula area lobi berdesain futuristik, coffee shop, toko suvenir, restoran, area sport hingga ruang interaksi.

Hampir semua sudut di gedung 2 instagramable alias layak diunggah dan dibagikan ke media sosial Instagram. Kata-kata motivasi, foto-foto aktivitas karyawan, dekorasi interior unik, warna-warni meja kursi, hingga sudut tantangan (challenge corner) kerap menjadi buruan untuk berfoto dan bikin video.

Salah satu yang menarik adalah sudut “target”. Puluhan ember warna-warni terpajang di dinding, ada pula foto-foto aktivitas karyawan. Ember-ember itu dipasang mewakili tradisi pecah rekor. Setiap ada divisi yang berhasil mencapai target dan memecahkan rekor baru, mereka akan keliling kantor sambil membunyikan ember-ember  dan meneriakkan yel-yel.

Inovasi

Ruang tunggu anak karyawan Alibaba

Foto: Ruang tunggu anak karyawan Alibaba (Solopos-Rini Yustiningsih)

Sudut lain yang menarik yakni tantangan handstand, gerakan di mana posisi kepala berada di bawah dan kaki di atas.  Dengan posisi handstand, ujar Dian, orang bisa melihat lingkungan dari sudut pandang yang berbeda.

Cara pandang yang berbeda pula kerap menghasilkan ide bisnis maupun inovasi yang luar biasa. Karyawan Alibaba kerap memanfaatkan sudut tantangan ini entah sekadar refreshing maupun menantang diri sendiri. Termasuk saat mencari ide.  

Dalam bekerja, karyawan ditantang untuk menciptakan inovasi sekecil apa pun. Perusahaan menerapkan aturan tiga jam dalam satu tahun. Artinya setiap karyawan melakukan aksi kebaikan sekecil apa pun selama tiga jam satu tahun sekali. Tujuannya, aksi kebaikan yang dilakukan 100.000 karyawan Alibaba bisa untuk mewujudkan dunia yang lebih baik.

Aksi kebaikan ini dari mulai paling kecil, semisal aksi mengumpulkan sampah, mendonasikan buku dan lain-lain.

Work Happily, Live Seriously merupakan salah satu tagline yang dipegang teguh oleh karyawan Alibaba. Bekerja dengan senang hati atau gembira maka akan menghasilkan produk-produk yang luar biasa. Tak heran jika kenyamanan kerja menjadi salah satu perhatian perusahaan.

Jack Ma kerap mengatakan pilar terbesar dan paling penting Alibaba adalah karyawan dan keluarga mereka. Menurut Jack Ma, pelanggan merupakan prioritas pertama, karyawan sebagai prioritas kedua, dan pemegang saham sebagai prioritas ketiga.