SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Harianjogja.com, LOS ANGELES — Korea Utara ditetapkan menjadi otak di balik serangan siber kepada Sony Pictures. Akibat serangan siber itu Sony Pictures menarik rencana merilis film komedi “The Interview” yang menceritakan usaha membunuh pemimpin Korea Utara.

Para peretas mengatakan bahwa usai menonton film mereka marah dan melakukan serang siber kepada Sony bulan lalu. Serangan dilakukan dengan membocorkan dokumen-dokumen studio itu yang sempat menghebohkan dunia.

Promosi 204,8 Juta Suara Diperebutkan, Jawa adalah Kunci

Sumber itu mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah Amerika Serikat akan secara resmi mengumumkan bahwa pemerintah Korea Utara ada di balik serangan siber. “The Interview” awalnya akan diluncurkan pada 25 Desember mendatang di ribuan bioskop.

“Sony tak punya rencana merilis film ini dalam waktu dekat,” kata juru bicara perusahaan itu, seperti dilansir dari laman Reuters, Kamis (18/12/2014).

Belum lama ini Sony membatalkan rilis iklan film itu untuk pekan mendatang dan keputusan ini mendapat kritik dari banyak kalangan.

“Ambruknya Sony membuat Amerika kalah dalam perang sibernya. Ini adalah preseden yang amat sangat berbahaya,” cuit mantan Ketua DPR  Newt Gingrich dalam Twitter.

Kelompok peretas Selasa lalu mengancam melancarkan serangan ke bioskop-bioskop yang berencana memutar film ini.

Ancaman ini membuat bioskop-bioskop besar menangguhkan rencana memutar “The Interview”.

Sejumlah pejabat keamanan nasional AS berkata kepada Reuters bahwa pemerintah tidak punya bukti mengenai ancaman terhadap penonton film.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya